DUNIAOBERITA.COM Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Internasional

Respon Presiden Putin Soal Penembakan Donald Trump

DUNIAOBERITA - Pemerintah Rusia di bawah pimpinan Presiden Vladimir Putin memberikan tanggapan terkait upaya pembunuhan terhadap mantan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump. Kremlin menegaskan sikapnya yang menentang segala bentuk kekerasan dalam persaingan politik. "Rusia dengan tegas mengutuk setiap bentuk kekerasan dalam konteks persaingan politik," ujar juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, sebagaimana dilansir AFP pada Senin (15/7/24), dikutip duniaoberita dari CNBC Indonesia.  Peskov juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban yang meninggal dalam serangan tersebut dan berharap agar mereka yang terluka dapat segera pulih.  Menurutnya, serangan terhadap Trump ini sudah dapat diprediksi mengingat kehidupan Trump yang selalu berada dalam ancaman. "Setelah berbagai upaya untuk mengeluarkan Trump dari arena politik menggunakan semua alat hukum seperti pengadilan dan jaksa serta upaya mendiskreditkan politik, jelas bagi semua pengamat bahwa hid...

Terbongkar Sosok Pelaku Penembakan Donald Trump

Sumber Foto : Antara/Capture DUNIAOBERITA -  Mantan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump berhasil lolos dari upaya pembunuhan saat berorasi di sebuah rapat umum politik pada Sabtu waktu setempat. Berikut adalah kronologi lengkap dan informasi mengenai pelaku.  BACA JUGA :  Terbongkar Sosok Pelaku Penembakan Donald Trump Respon Presiden Putin Soal Penembakan Donald Trump Dilansir dari CNBC Indonesia, penegak hukum AS mengidentifikasi pelaku sebagai Thomas Matthew Crooks, seorang pria berusia 20 tahun dari Bethel Park, Pennsylvania. FBI menyatakan bahwa Crooks terlibat dalam upaya pembunuhan terhadap Trump.  Crooks tewas ditembak oleh Secret Service setelah melakukan aksinya, yang juga menyebabkan satu orang pendukung Trump tewas dan dua lainnya terluka. Crooks tercatat sebagai anggota Partai Republik, namun ia pernah menyumbang kepada komite aksi politik yang mendukung Partai Demokrat pada Januari 2021. Setelah penembakan, ayah Crooks berencana menca...

Paus Fransiskus Menyampaikan Permintaan Maaf karena Dianggap Hina LGBTQ

DUNIAOBERITA - Paus Fransiskus telah meminta maaf karena menggunakan bahasa yang menyinggung tentang kaum gay saat membahas larangan Gereja Katolik terhadap imam gay. Komentar tersebut disampaikan kepada majelis uskup Italia pada 20 Mei. Diskusi pribadi ini terjadi setelah para uskup Italia menyetujui dokumen tentang pelatihan seminari di Italia. Dokumen yang belum dipublikasikan dan masih ditinjau oleh Takhta Suci tersebut dilaporkan mungkin akan melonggarkan larangan ketat Vatikan terhadap imam gay. Pada 2005, Kongregasi Pendidikan Katolik menulis dokumen tentang larangan tersebut dan menegaskannya kembali pada 2016. Dokumen itu menyatakan bahwa gereja tidak dapat mengizinkan laki-laki menjadi imam atau menempuh pendidikan di seminari jika mereka "homoseksual, memiliki kecenderungan yang mendalam untuk homoseksual atau mendukung apa yang disebut budaya gay." Setelah pertemuan baru-baru ini, beberapa uskup Italia yang tidak disebutkan namanya menyatakan bahwa Pa...

Anggota Dewan Tarik-tarikan sampai Panjat Meja-Kursi Hingga Adu Jotos, Peristiwa terjadi di Taiwan

DUNIAOBERITA  - Anggota parlemen Taiwan terlibat adu jotos dalam perselisihan sengit terkait reformasi, beberapa hari sebelum Lai Ching-te dilantik tanpa mayoritas legislatif. Pertikaian ini melibatkan dorong-mendorong, tekel, dan pukulan, dengan beberapa anggota parlemen menyerbu kursi pembicara, melompati meja, dan menarik rekan-rekannya ke lantai.  Setelah ketenangan sementara, perkelahian kembali pecah di sore hari. Dalam kekacauan tersebut, beberapa anggota parlemen terlihat mengenakan helm perang. Oposisi mendesak agar parlemen memiliki wewenang pengawasan lebih besar terhadap pemerintah, termasuk mengusulkan kriminalisasi pejabat yang memberikan pernyataan palsu di parlemen.

Penikaman di Gereja Terhadap Seorang Uskup dan Beberapa Orang Lainnya di Sydney Australia

DUNIAOBERITA.COM - Insiden penikaman yang menimpa Australia membuat situasi di negara itu semakin genting.  Setelah kejadian penikaman di sebuah pusat perbelanjaan yang merenggut 6 nyawa, kini kejadian serupa terjadi di sebuah gereja di Sydney. Pada hari Senin (15/4), 4 orang termasuk seorang uskup menjadi korban penikaman di Gereja Christ The Good Shepherd.  Penyerangan terjadi saat ibadah sedang berlangsung. Kepolisian New South Wales telah melakukan operasi di Wakeley setelah menerima laporan tentang penikaman tersebut.  Seorang pria telah ditangkap dan saat ini membantu polisi dalam penyelidikan. Para korban yang ditikam mengalami luka-luka ringan dan saat ini sedang dirawat di rumah sakit. Paramedis ambulans NSW tengah memberikan perawatan kepada mereka. Perlu diketahui, insiden penikaman ini terjadi hanya dua hari setelah tragedi penikaman di pusat perbelanjaan Bondi Junction pada Sabtu 13 April, yang menewaskan 6 orang dan melukai seorang bayi berusia ...

Soal Perang Iran-Israel, Paus Fransiskus Meminta Cukup Perang dan Cukup Serangan

DUNIAOBERITA.COM - Paus Fransiskus menekankan pentingnya bagi Iran dan Israel untuk menghindari langkah-langkah yang bisa memicu lebih banyak kekerasan di Timur Tengah.  Mengutip Reuters, menyatakan keprihatinannya atas serangan Iran terhadap Israel dalam sebuah buletin pada Minggu (14/4/24) lalu. "Saya dengan sepenuh hati mengusulkan permohonan untuk menghentikan tindakan apa pun nan dapat memicu kekerasan nan berisiko menyeret Timur Tengah ke dalam bentrok nan lebih besar," kata Paus, dikutip dari CNN Indonesia  Menurut Paus, tidak ada satupun nan boleh menakut-nakuti kehidupan di negara lain. Termasuk, Israel dan Palestina. "Tidak seorang pun boleh menakut-nakuti keberadaan negara lain. Sebaliknya, semua negara kudu mendukung perdamaian, dan membantu Israel dan Palestina untuk hidup di dua negara, berdampingan, dengan aman," ujarnya. Paus juga menyerukan gencatan senjata di Gaza dan negosiasi untuk memungkinkan bantuan kemanusiaan diberikan kepada ra...

Fakta Fakta Soal Ratu Properti yang Dihukum Mati

DUNIAOBERITA.COM - Ratu properti asal Vietnam, Truong My Lan, dinyatakan bersalah atas kasus korupsi dan dijatuhi hukuman mati oleh Pengadilan di Kota Ho Chi Minh pada Kamis (11/4/24).  Truong My Lan berasal dari keluarga Sino-Vietnam di Kota Ho Chi Minh. Ia memulai kariernya sebagai pedagang di kios pasar, menjual kosmetik bersama ibunya.  Pada era reformasi ekonomi Vietnam pada tahun 1986, yang dikenal sebagai Doi Moi, Lan mulai membeli tanah dan properti. Pada tahun 1990-an, Lan telah memiliki portofolio hotel dan restoran. Pada tahun 2011, Lan menjadi tokoh bisnis terkenal di Kota Ho Chi Minh. Ia diberi izin untuk mengatur penggabungan tiga bank kecil yang kekurangan uang menjadi entitas yang lebih besar, yakni Saigon Commercial Bank.  Lan juga merupakan ketua pengembang real estate Van Thinh Phat Holdings Group, perusahaan yang didirikan bersama keluarganya pada tahun 1992. Truong My Lan menikah dengan investor dan pebisnis real estate Hong Kong, Eric Ch...

Profil Ratu Properti yang Dihukum Mati, Lengkap dengan Sejarah Kesuksesannya

DUNIAOBERITA.COM - Kabar terbaru yang mengejutkan terkait Vietnam dihebohkan oleh kasus penipuan terbesar sepanjang sejarahnya senilai US$ 12,5 miliar atau setara Rp 200,7 triliun (kurs Rp 16.056).  Chairwoman perusahaan properti Van Thinh Phat Group, Truong My Lan, yang terlibat dalam kasus ini, ditangkap pada Oktober 2022 dan dijatuhi hukuman mati. Truong My Lan adalah tokoh bisnis terkemuka di Vietnam, memiliki pengaruh signifikan dalam sektor real estat dan perhotelan.  Sebagai pemimpin bisnis visioner, Lan berhasil mengembangkan proyek-proyek besar yang membentuk lanskap ekonomi dan sosial Vietnam modern. Lahir dan dibesarkan di Vietnam dalam keluarga berlatar belakang bisnis, Lan menempuh pendidikan di bidang ekonomi di universitas terkemuka Vietnam sebelum melanjutkan studi di luar negeri untuk gelar master di bidang manajemen bisnis internasional. Setelah kembali ke Vietnam, Lan bergabung dengan perusahaan keluarganya di bidang real estat.  Dengan kea...

Ratu Properti Ini Dihukum Mati

Sumber Foto : Van Thinh Phat/sebelum ditangkap pada Oktober 2022 DUNIAOBERITA.COM , Internasional - Kabar mengejutkan terkait sosok taipan properti terkemuka Vietnam, Truong My Lan, dijatuhi hukuman mati pada hari Kamis (11/4) atas kasus korupsi terbesar dalam sejarah negara itu, dengan kerugian diperkirakan mencapai 27 miliar dolar AS.  Lan dinyatakan bersalah melakukan penipuan uang tunai dari Saigon Commercial Bank (SCB) selama satu dekade.  "Tindakan terdakwa, mengikis kepercayaan masyarakat terhadap kepemimpinan Partai (Komunis) dan negara," bunyi putusan pengadilan Ho Chi Minh City. Pengadilan Ho Chi Minh City menolak argumen pembelaannya, menyatakan bahwa tindakannya merusak kepercayaan masyarakat terhadap kepemimpinan Partai Komunis dan negara. Lan membantah tuduhan tersebut dan menyalahkan bawahannya.  Sebanyak 85 orang lainnya juga menghadapi putusan dan hukuman atas tuduhan serupa, termasuk penyuapan, penyalahgunaan kekuasaan, perampasan, dan pelang...

Israel Bombardir Gaza Tanpa Henti, Arab Akhirnya Angkat Bicara

DUNIAOBERITA.COM -  Arab Saudi bersama negara-negara Islam lainnya kompak meminta operasi militer di Gaza segera dihentikan. Hal tersebut diungkap dalam konferensi 'Islamic-Arab' yang digelar di Riyadh. Arab dan negara-negara Islam mengatakan Israel bertanggung jawab penuh atas kejahatan yang menimpa warga Palestina, dikutip dari Reuters, Minggu (12/11/2023). Pangeran Arab Mohammed bin Salman (MBS) mengajak para pemimpin negara-negara Islam untuk mengumpulkan kekuatan dalam mendesak Amerika Serikat (AS) dan Israel untuk mengakhiri perang di Gaza. Beberapa yang hadir dalam pertemuan itu adalah Presiden Iran Ebrahim Raisi, Presiden Turki Tayyip Erdogan, Raja Qatar Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani, dan Presiden Suriah Bashar al-Assad. "Arab mengecam dan menolak secara tegas perang biadab terhadap saudara-saudara kita di Palestina," kata MBS dalam pertemuan itu. "Kita menghadapi bencana kemanusiaan yang membuktikan kegagalan Dewan Keamanan dan komunitas in...

Bukan Amerika, Ternyata Ini Negara yang Ditakuti Israel

DUNIAOBERITA.COM -  Hubungan Israel dan Iran makin memburuk setelah terjadinya serangan Israel ke Jalur Gaza dan Tepi Barat (West Bank). Teheran telah memperingatkan kemungkinan adanya "tindakan pencegahan" terhadap Israel dalam waktu dekat. Presiden Iran Ebrahim Raisi menyebut Israel telah "melampaui garis merah" di Gaza. Ia menyebut situasi yang ditimbulkan Israel kemungkinan memaksa semua orang untuk mengambil tindakan. "Kejahatan rezim Zionis telah melewati garis merah, yang mungkin memaksa semua orang untuk mengambil tindakan. Washington meminta kami untuk tidak melakukan apapun, namun mereka tetap memberikan dukungan luas kepada Israel," kata Raisi. "AS mengirimkan pesan ke Poros Perlawanan namun menerima respons yang jelas di medan perang," tambahnya, seperti dikutip CNN International. Saat ini, kampanye militer Israel yang gencar di Gaza telah menimbulkan kekhawatiran bahwa akan ada lebih banyak front yang terbuka. Iran bersekutu dengan H...

Ada Informasi India Mau Ganti Nama, Ada Apa?

DUNIAOBERITA .COM – Pemerintah India dilaporkan akan mengganti nama negara itu. Nama Bharat akan dipilih sebagai penggantinya.  Dikabarkan bahwa media India, Economic Times yang mengutip Times Now, memuat Perdana Menteri (PM) Narendra Modi kemungkinan akan membawa resolusi mengubah nama resmi India ke Bharat selama sidang khusus parlemen. Ini akan berlangsung 18-22 September. Pemimpin Kongres Jairam Ramesh juga disebut mengonfirmasi. Isu penggantian nama ini pertama kali muncul kala undangan makan malam resmi G20 tersebar dan Presiden India mengirimkannya atas nama ‘Presiden Bharat’ bukan ‘Presiden India’. “Jadi beritanya memang benar,” katanya dikutip media itu, Kamis (7/9/2023). “Rashtrapati Bhawan telah mengirimkan undangan makan malam G20 pada tanggal 9 September atas nama ‘Presiden Bharat’, bukan ‘Presiden India’ yang biasa,” ujarnya memuat nama Presiden, di laman X. Pejabat partai berkuasa India, BJP, juga memmberi dukungan atas nama baru itu. Termasuk salah satu ...

Mantan Presiden Donald Trump Ditahan dan Dipenjara, Ada Apa?

DUNIAOBERITA.COM - Kabar terkait Mantan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump ditahan di penjara Fulton County di Atlanta, Georgia, atas tuduhan berkonspirasi untuk membatalkan hasil pemilihan presiden (pilpres) AS 2020. Ketika tiba di penjara pada hari Kamis (24/08), Trump harus menjalani proses pengambilan sidik jari hingga “mug shot” atau foto tahanan, di mana hal itu menjadi momen yang bersejarah. Trump tercatat sebagai tahanan no. P01135809, ungkap catatan penjara Fulton County. Penuntutan di Fulton County ini merupakan kasus kriminal keempat yang menimpa Trump sejak Maret lalu, ketika dia menjadi mantan presiden pertama yang didakwa sepanjang sejarah AS. Sejak saat itu, Trump mulai menghadapi dakwaan di Florida serta Washington, dan bulan ini di Georgia. Proses pembacaan dakwaan terhadap Trump tersebut memakan waktu sekitar 20 menit, kemudian Trump meninggalkan penjara segera setelah itu. Trump kemudian sempat berbicara kepada para wartawan di bandara, sebelum di...

ASEAN Disebut Sebagai Kekuatan Baru untuk Stabilitas Politik Dunia

BACA  JUGA  :  Ganjar Beri Jawaban Usai Relawan Gibran - Jokowi Dukung Prabowo Sebagai Capres 2024 BACA  JUGA :  Relawan Gibran Dukung Prabowo Sebagai Calon Presiden 2024 DUNIAOBERITA.COM - Pakar politik sekaligus akademikus Universitas Bengkulu, Panji Suminar menyatakan pasca-Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN, Asia Tenggara menjadi kekuatan baru yang bisa menjaga stabilitas politik dunia di luar dua blok yang sudah ada, Barat dan Timur. "Dengan kekuatan dan kolaborasi antarnegara di kawasan ASEAN pasca-KTT ini, harusnya bisa menjadi kekuatan baru yang setara dengan dua blok, Barat dan Timur. Menjadi kekuatan politik baru dunia, yang tentu tetap berpegang teguh dengan karakter bebas aktif, kompetitif, dan tidak ditarik-tarik salah satu blok, harus nonblok," kata Panji melalui keterangan tertulisnya, Sabtu (20/5/2023). Dengan prinsip dan karakter tersebut serta pengaruh yang telah dibangun fondasinya lewat KTT ASEAN pada tahun ini, kata Panji, m...

KTT ke-42 ASEAN 2023 Sepakati Perlindungan Pekerja Migran dan Penyelesaian Konflik Myanmar

Presiden RI Joko Widodo menegaskan perlindungan pekerja migran dan korban perdagangan manusia jadi satu dari tiga poin kesepakatan yang dihasilkan dari Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-42 ASEAN 2023 yang baru saja berakhir di Labuan Bajo, Manggarai Barat Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis (11/5/2023). “Yang menyentuh kepentingan rakyat menjadi perhatian penting para Leader. Saya mengajak negara ASEAN untuk menindak tegas pelaku-pelaku utamanya,” ujar Presiden Jokowi. Kedua, ujar Presiden, suara ASEAN bulat menyatakan bahwa pencederaan terhadap nilai-nilai kemanusiaan tidak bisa ditoleransi. Five-point Consensus memandatkan ASEAN harus engage dengan semua stakeholders. Inklusivitas harus dipegang kuat oleh ASEAN karena karena kredibilitas ASEAN sedang dipertaruhkan. Indonesia, kata Presiden Jokowi siap berbicara dengan siapapun, termasuk dengan junta dan seluruh stakeholders di Myanmar untuk kepentingan kemanusiaan. Tidak boleh ada pihak di dalam atau di luar ASEAN yang meng...

Tiba Tiba Ramai-Ramai Kota Eropa Boikot Israel, Ada Apa?

Kabar mengenai sejumlah kota besar Eropa kini memutus hubungan dengan Israel, termasuk perdagangan barang dan jasa. Mengutip Aljazeera dan Middle East Eyes Senin (1/5/2023), setidaknya ada tiga kota yang melakukan itu, sepanjang 2023 ini. Dikabarkan bahwa terbaru pemutusan hubungan dilakukan kota di Belgia, Liege, pekan kemarin. Israel dianggap melakukan politik apartheid atas pelecehan yang dilakukannya ke warga Palestina. "Mosi diperkenalkan oleh Partai Buruh Belgia (PTB) dan disetujui oleh pejabat kota," tulis media itu. "Pemerintah Israel menjalankan rezim apartheid, penjajahan, dan pendudukan militer di Palestina," tambahnya. "PTB menyerukan penangguhan semua hubungan dengan Israel sampai negara itu mengambil tindakan untuk mengakhiri apa yang disebutnya sebagai 'pelanggaran sistematis' terhadap hak-hak rakyat Palestina," tulisnya lagi. Seruan ini juga meminta dilakukannya boikot nasional atas barang dan jasa Israel yang diproduksi...

Presiden Putin Usir 20 Diplomat Jerman dari Rusia

Kabar mengejutkan terkait Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova, pada hari Sabtu (22/4/2023), mengumumkan pengusiran lebih dari 20 diplomat Jerman sebagai tindakan pembalasan atas "pengusiran massal" staf kedutaan Rusia dari Berlin. Dikabarkan bahwa Maria Zakharova mengumumkan pengusiran tersebut dalam tayangan televisi pemerintah Zvezda. Dia menegaskan bahwa Moskow telah memutuskan untuk mengusir lebih dari 20 diplomat.  Dikutip dari The Moscow Times, pernyataannya muncul tak lama setelah kementeriannya mengecam pengusiran massal lainnya terhadap karyawan misi diplomatik Rusia di Jerman. Kementerian Luar Negeri Jerman mengatakan mencatat pernyataan Rusia tersebut. Kementerian tersebut mengungkapkan kepada AFP bahwa pemerintah federal dan pihak Rusia telah melakukan kontak dalam beberapa pekan terakhir mengenai masalah personel di perwakilan masing-masing di luar negeri. "Penerbangan hari ini adalah bagian dari proses itu," ungkap per...

Media Israel Sebut Indonesia Bukan Negara Modern, Ada Apa?

Kabar mengejutkan terkait Indonesia yang gagal menjadi tuan rumah dalam Piala Dunia U-20.  Dikabarkan bahwa gagalnya Indonesia menjadi tuan rumah karena aksi penolakan terhadap salah satu peserta yang berasal dari Israel. Ketua Umum (Ketum) PSSI Erick Thohir memberi indikasi bahwa alasan FIFA membatalkan Indonesia menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 2023 karena faktor intervensi (penolakan timnas Israel U-20) dan faktor keamanan. Diketahui, Israel adalah satu dari hanya 24 negara yang lolos ke turnamen, pertama kali Israel melakukannya. Aksi penolakan ini menjadi kontroversial di sejumlah negara. Tidak melainkan dari Israel sendiri, dimana salah satu media Israel yakni The Jerusalem Post menyebutkan,"Indonesia bukanlah bangsa yang modern dan berwawasan ke depan, melainkan sebagai negara terbelakang yang masih dibutakan oleh prasangka anti-Israel." yang di publish pada 3 April 2023 dalam website Jpost. Menurut The Jerusalem Post, ini bukan kali pertama Indonesia me...

Respon ICC Tak Terduga Usai Diancam Dirudal Rusia karena Ingin Tangkap Putin

Kabar terkait Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) bereaksi atas ancaman serangan rudal hipersonik berkemampuan nuklir oleh Rusia setelah mengeluarkan surat perintah penangkapan Presiden Vladimir Putin . Dikabarkan bahwa ICC hendak menangkap pemimpin Kremlin tersebut atas dugaan kejahatan perang di Ukraina. Ancaman serangan rudal dilontarkan Wakil Kepala Dewan Keamanan yang juga mantan Presiden Rusia Dmitry Medvedev. Selain itu, badan investigasi tertinggi Rusia juga membuka kasus pidana terhadap Jaksa ICC Karim Khan serta hakim yang mengeluarkan surat perintah untuk Putin. Kepresidenan Majelis Negara Pihak ICC prihatin dengan ancaman tersebut. "Menyesalkan upaya ini untuk menghalangi upaya internasional untuk memastikan akuntabilitas atas tindakan yang dilarang berdasarkan hukum internasional," kata kepresidenan tersebut dalam sebuah pernyataan "Majelis juga menegaskan kembali dukungannya yang tak tergoyahkan untuk Pengadilan Kriminal Internasional," lanjut kepr...

Perintahkan tangkap Putin, ICC diancam Rusia dengan rudal hipersonik

YUK❗ BACA BERITA MENARIK LAINNYA DARI DUNIAOBERITA.COM DI  GOOGLE NEWS Wakil Ketua Dewan Keamanan Rusia Dmitry Medvedev pada Senin mengancam Mahkamah Pidana Internasional (ICC) dengan penembakan rudal hipersonik Rusia setelah lembaga tersebut mengeluarkan surat perintah penangkapan Presiden Vladimir Putin. “Sangat mungkin untuk membayangkan penggunaan rudal Onyx hipersonik yang ditargetkan dari kapal Rusia di Laut Utara menuju gedung pengadilan Den Haag,” kata Medvedev dalam sebuah pernyataan di Telegram. Mantan presiden Rusia itu menilai hukum publik internasional cacat karena tidak efektif menjalankan perannya mengingat banyaknya negara yang menolak menerapkan tindakan bias Majelis Umum PBB, keputusan Dewan Keamanan PBB, atau meninggalkan berbagai lembaga PBB. "Sebuah kekuatan berdaulat tidak dapat menjalankan yurisdiksi atas kekuatan berdaulat lainnya," kata Medvedev. Medvedev memperkirakan keputusan ICC mengeluarkan surat perintah penangkapan Putin akan berdam...